Jumat, 05 Maret 2010

Mahasiswa

Mahasiswa kalau dilihat dari artinya adalah siswa yang sudah maha (besar). Orang yang menyandang mahasiswa seharusnya lebih dari siswa biasa. Mereka harus lebih banyak menggunakan otak dari pada otot. Mereka harusnya lebih banyak menggunakan pena dari pada parang atau batu.
Tidak demikian yang aku lihat sekarang di beberapa tempat tentang mahasiswa. Mahasiswa vs mahasiswa, mahasiswa vs polisi, atau mahasiswa vs warga. Warga ??
Itu yang paling aneh menurutku. Jika sudah sampai ada mahasiswa vs warga, sudah seharusnya mahasiswa intropeksi diri. Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat pada umumnya. Jika sampai masyarakat membenci atau tidak menyukai kegiatan yang dilakukan mahasiswa, maka ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.
Mahasiswa harusnya lebih dewasa, karena di tangan mereka lah negeri ini akan berkembang. Jika dari mereka mencari ilmu mereka sudah terbiasa dengan parang dan batu, bagaimana kelak jika mereka menjadi pemimpin ?

Sekolah terlama

Melihat polah tingkah para wakil rakyatku kemarin membuatku heran. Bagaimana mungkin dengan status pejabat yang mereka sandang, tindakan mereka tidak jauh dari preman yang ada di terminal Pulogadung. Berteriak teriak tidak karuan karena tidak puas dengan keputusan yang ada. Bahkan ada yang naik meja dengan pakaian jasnya. Pengen banget rasanya nampar tuh orang. Dah bayarannya banyak, attitude mereka jauh dari bayarannya.
10 tahun yang lalu Gus Dur mengatakan DPR adalah seperti Taman Kanak Kanak. Waktu itu memancing kemarahan dari para wakil rakyat. Tapi rakyat yang tahu kinerja DPR banyak juga yang mengamini statement itu.
10 tahun telah berlalu, ternyata DPR belum juga lulus dari Taman Kanak Kanak. Tingkah laku mereka yang aneh aneh masih layaknya Taman Kanak Kanak dengan segala fantasi dan impiannya. Mungkin ini adalah sekolah taman kanak kanak terlama di negeriku Indonesia!!!!