Kamis, 11 Februari 2010

Gigi (3)

Masih nyambung tentang gigi....
Jogja kurang lebih di tahun 2002
Seperti biasa aku kuliah di kampus tercinta. Dari siang hari sampai dengan sore hari. Pas keluar kampus, ketemu Yudi, namun kali ini dia bawa helm
Mendung menggayut kota Jogja, kita pun memutuskan untuk segera pulang. Dengan bergegas kita pergi meninggalkan kampus. Kita naik motor kesayanganku, Yamaha Force 1, motor kesayanganku waktu itu.
Karena menghindari hujan, aku memacu kendaraanku di atas kecepatan 70 km/jam. Sampai di daerah sebelum Prambanan, ada saat kita sedang melaju kencang, ada suara denting besi jatuh. Aku pun bertanya ama Yudi, "Yud, suara apa itu, tolong dicek".
Yudi pun mengecek dengan melongok longok kan kepala. Plat nomer ada, sekrup sekrup juga utuh. "Kayaknya ga ada apa apa Ga", jawab Yudi.
Kita pun melaju tenang. Sampai depan Bogem Kalasan, aku merasa ada yang aneh dengan motorku, ada yang hilang gitu. CUman aku ga tau apa yang kurang. Sampai akhirnya mendekati lampu merah Prambanan.
Aku mengurangi kecepatan karena di depan lampu berwarna merah dan ........
Treteteeeeeeeeeeeeeeeeeeeet...............akhirnya aku tahu apa yang kurang di motorku. Persneling giginya gak ada, hahahaha. Aku jadi kebingungan, karena posisi tidak bisa pindah gigi dan saat itu masuk gigi 4 alias top gear. Aku pun langsung berpikir bunyi denting besi tadi adalah bunyi persnelingku yang jatuh. Setelah ngobrol ma Yudi, kita pun memutuskan balik untuk mencari potongan jasad persneling itu. Setelah muter muter tidak karuan, kita tidak menemukan juga, padahal aku yakin di situ tempat aku mendengar bunyi itu.
Karena makin mendung, akhirnya kita memutuskan untuk kembali saja ke Klaten. Masalah belum selesai, karena posisi gigi motorku yang sudah masuk gigi 4, setiap kali berhenti di perempatan, Yudi harus turun dulu untuk mendorong motornya karena tarikan motor jadi berat. Plus bensin yang menipis.Kita berdua dah diam ga karuan. Berharap yang terbaik buat kita. Aku dah mikir, kalau sampai abis bensin aku tinggal saja karena sudah tidak mungkin mengisi bensin tanpa mematikan mesinnya
Untunglah, bensin habis pas saat kita sampai di rumah Yudi......
Esoknya motor baru aku ambil dan tentunya dengan membeli persneling gigi dulu sebelum membawa pulang dan mengisi bensinya, hohohohoho.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar